DAERAH

ISPU Muaro Jambi Tembus 712, Ivan Wirata Minta Perlindungan Warga Diperkuat

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Danil Febriandi | 29 Oktober 2026, 23:22 WIB
ISPU Muaro Jambi Tembus 712, Ivan Wirata Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Keterangan Foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata
JAMBI – Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi memburuk dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2,5 mencapai 712 atau masuk kategori Berbahaya pada Kamis (29/10/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat serta memastikan keakuratan data kualitas udara.
Berdasarkan laporan bertanggal 29 Oktober 2026, pengukuran ISPU PM2,5 di Muaro Jambi pada pukul 08.00 WIB mencapai 712. Sementara itu, Kabupaten Tebo mencatat angka 138 atau kategori Tidak Sehat, Kota Jambi sebesar 85 atau Sedang, dan Tanjung Jabung Timur sebesar 65 atau Sedang.
Tingginya angka ISPU di Muaro Jambi perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan kondisi pemantauan, cakupan pengukuran, serta langkah perlindungan bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat sebanyak 7.218 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada minggu ke-42. Jumlah tersebut turun 106 kasus dibandingkan minggu sebelumnya.
Meski demikian, perbedaan periode pencatatan membuat angka ISPA tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat langsung dengan kondisi ISPU pada 29 Oktober.
Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi kualitas udara yang akurat, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Di sisi lain, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak awal tahun hingga 29 Oktober diperkirakan mencapai 5.185,52 hektare.
Kabupaten Batanghari mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni 1.470,70 hektare, disusul Sarolangun 958,25 hektare, Tanjung Jabung Timur 872,12 hektare, dan Muaro Jambi 652,70 hektare.
Laporan juga menyebut tidak ada hotspot harian pada 28 Oktober. Namun, akumulasi titik panas sejak awal tahun mencapai 18.433 titik.