“Saat dimandikan sebelum pemakaman, selain lebam, tubuh adik saya mulus sekali. Tidak ada lecet sama sekali,” kata Desy.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Dedi masih dalam kondisi sehat pada malam sebelum ditemukan meninggal.
Rekaman lain juga menunjukkan sebuah sepeda motor Honda PCX yang diduga membonceng korban sekitar pukul 01.00 WIB.
“Memang CCTV di gang yang satu ini blur, tetapi kami mendengar ada suara, dan itu jelas suara adik saya,” ujar Dewi yang juga kakak kandung Dedi.
Baca Juga
Merasa tidak puas dengan penjelasan dari Polsek Kumpeh Ulu, pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi pada 28 Mei 2025 dengan dugaan pembunuhan.
Selanjutnya, ekshumasi terhadap jenazah Dedi dilakukan pada 7 Agustus 2025. Meski demikian, keluarga mengaku hingga saat itu belum menerima hasil resmi autopsi.
“Entah kenapa, waktu itu polisi akhirnya terbuka bahwa kepala bagian belakang Dedi ada luka bekas pukulan,” kata Dewi.
Hingga kini, ketiga kasus kematian tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi penyidik Polda Jambi.
Baca Juga
Hingga berita ini di muat, Gracak.com berkomitmen untuk selalu memberikan informasi yang akurat, menjernihkan serta memegang teguh kode etik Jurnalistik, jika terdapat kekeliruan dalam tulisan ini atau saran silakan hubungi tim Gracak melalui email.