Untuk kebutuhan listrik, sekolah mengandalkan panel surya.
Air juga menjadi persoalan. Sekolah masih menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Nah, untuk fisik atau bangunan memang kita tidak ada yang rusak, tetapi kita kesusahan masalah air dan jaringan. Kalau untuk listrik, kita pakai panel surya,” kata Dicky.
Ketika ujian membutuhkan koneksi internet, persoalannya kembali muncul.
Baca Juga
Sekolah hanya mengandalkan jaringan telepon seluler dari satu titik tertentu.
“Memang ada satu titik yang bisa dapat jaringan, dan itu harus dipakai bergantian,” ujarnya.
Di sekolah itu, teknologi bukan sesuatu yang mudah dijangkau.
Untuk mendapatkan internet, mereka harus mencari titik yang memiliki sinyal.
Baca Juga
Untuk mendapatkan listrik, mereka bergantung pada matahari.
Untuk mendapatkan air, mereka menunggu hujan.