Para penambang memasang plastik dan terpal hitam di sejumlah titik yang berbatasan langsung dengan jalan. Namun pergerakan alat berat tetap terlihat dari kejauhan.
Aktivitas itu berlangsung seolah menjadi pemandangan sehari-hari.
Sawah Hilang Diganti Galian
Perubahan paling mencolok terlihat pada lahan pertanian di sekitar Perentak dan Sungai Manau.
Baca Juga
Pada akhir 2025, hamparan sawah masih menghijau di sepanjang jalur tersebut. Namun kurang dari setahun kemudian, sebagian lahan berubah menjadi tanah terbuka, gundukan material tambang dan bekas galian.
Pantauan pada awal Agustus 2026 menunjukkan excavator terus bergerak mengeruk lahan yang tersisa.
Sungai yang sebelumnya mengalir jernih juga berubah warna. Air bercampur lumpur dan material hasil pengerukan mengalir ke saluran air di sekitar lokasi.
Menurut informasi warga, perubahan lahan itu mulai berdampak pada kebutuhan pangan. Produksi beras dari sawah sekitar berkurang sehingga sebagian kebutuhan masyarakat harus dipenuhi dari Kabupaten Kerinci.
Baca Juga
Harga beras pun disebut lebih mahal karena pasokan harus didatangkan dari wilayah lain.
Hanya 12 Kilometer dari Polsek