INVESTIGASI

Perusahaan Masih Beraktivitas di KCBN Muara Jambi, Komunitas Menapo Minta Negara Bertindak

Penulis : Yanto | Editor : Yanto | 16 Agustus 2026, 11:58 WIB
Perusahaan Masih Beraktivitas di KCBN Muara Jambi, Komunitas Menapo Minta Negara Bertindak
Keterangan Foto : Di lokasi Kawasan Inti Candi Muara Jambi (Gracak.com).
JAMBI, Gracak.comKomunitas Pondok Menapo meminta negara turun tangan menyelesaikan persoalan aktivitas perusahaan yang masih terlihat di kawasan inti Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.
Permintaan itu disampaikan setelah aktivitas perusahaan masih terlihat di sekitar kawasan pada Sabtu (15/8/2026).
Di perairan Sungai Batanghari, sedikitnya empat tongkang terlihat bersandar. Terdapat pula tumpukan material pasir dan area yang digunakan untuk penumpukan serta pemuatan cangkang.
Ketua Komunitas Pondok Menapo, Mukhtarhadi, mengatakan persoalan aktivitas perusahaan di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak lama.
Menurutnya, pada era 1990-an aktivitas perusahaan masih didominasi perusahaan kayu. Memasuki awal 2000-an, perusahaan batu bara mulai berkembang dan membeli sejumlah lahan masyarakat.
“Pada tahun 1990-an itu perusahaan kayu. Kemudian tahun 2000-an mulai muncul perusahaan batu bara,” ujar Mukhtarhadi.
Ia mengatakan perubahan kawasan tidak hanya berdampak terhadap situs cagar budaya, tetapi juga lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, sebagian lahan yang sebelumnya digunakan sebagai sawah kini tidak lagi produktif. Keberadaan stockpile disebut turut mengganggu aliran air dan irigasi menuju lahan pertanian.
“Dahulu masyarakat masih bersawah. Ketika di pinggiran berdiri stockpile, alur masuk air atau irigasinya terganggu,” katanya.
Mukhtarhadi juga menyoroti akses masyarakat menuju sejumlah situs. Warga terkadang harus berhadapan dengan petugas keamanan perusahaan ketika hendak mengunjungi lokasi candi.