Opini Oleh: Habib Hidayat Putra
Ada sesuatu yang lebih mengerikan daripada suara mesin tambang yang meraung di tengah hutan.
Bukan mesinnya, tetapi kenyataan di balik suara tersebut. Mesin bisa berhenti ketika aparat datang melakukan penertiban. Namun, mesin itu dapat kembali meraung ketika aparat pergi.
Di satu sisi, batubara terus bergerak meninggalkan wilayah tambang. Di sisi lain, aktivitas PETI terus menggali perut bumi.
Baca Juga
Hutan kehilangan tutupan, sementara sungai menanggung beban pencemaran.
Operasi penertiban datang dan pergi, tetapi persoalan kembali berulang.
Yang tersisa kemudian bukan hanya lubang-lubang bekas tambang. Tetapi juga lubang besar yang dipenuhi pertanyaan.
Mengapa persoalan yang sudah bertahun-tahun diketahui tidak pernah benar-benar selesai?
Baca Juga
Siapa yang sebenarnya diuntungkan ketika persoalan itu terus berlangsung?
Apakah negara kekurangan aturan untuk menindak aktivitas tersebut?