OPINI

Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa yang Berdiri di Baliknya?

Penulis : Habib Hidayat Putra | Editor : Yanto | 24 Agustus 2026, 16:09 WIB
Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa yang Berdiri di Baliknya?
Keterangan Foto : Ilustrasi Pertambngan
Mengapa sebagian kerugian harus dibayar oleh masyarakat yang tidak ikut menikmati keuntungan? 
Jangan sampai keuntungan dihitung dengan kalkulator, sementara kerusakan disebut sekadar dampak.
Bagi warga yang terjebak kemacetan, dampak bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi pengendara, debu dan jalan rusak bukan sekadar statistik pembangunan.
Bagi keluarga korban kecelakaan, risiko bukan sekadar konsekuensi aktivitas ekonomi. Dampak adalah kehidupan yang mereka jalani setiap hari.
PETI: Bisnis yang Selalu Menemukan Jalan Pulang
Polda Jambi mencatat 23 perkara PETI dengan 50 tersangka pada semester pertama 2026.
Namun, aktivitas PETI masih ditemukan di sejumlah wilayah di Jambi. Di Tebo bahkan muncul laporan mengenai sekitar 300 rakit PETI di Desa Teluk Langkap. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan perkara kecil yang bisa diabaikan.
Tiga ratus rakit bukan sekadar kumpulan mesin dan peralatan tambang. Di belakangnya terdapat kebutuhan mesin, BBM, logistik, tenaga kerja, dan transportasi. Ada pula penampung, pembeli, serta modal yang membuat kegiatan tersebut terus berjalan.
Artinya, terdapat rantai ekonomi yang jauh lebih besar daripada operator di lapangan.
Karena itu, pemberantasan PETI tidak boleh berhenti pada pertanyaan siapa yang berada di atas rakit.