OPINI

Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa yang Berdiri di Baliknya?

Penulis : Habib Hidayat Putra | Editor : Yanto | 24 Agustus 2026, 16:09 WIB
Emas Dikeruk, Batubara Diangkut, Hutan Dibungkam, Sungai Dikorbankan, Siapa yang Berdiri di Baliknya?
Keterangan Foto : Ilustrasi Pertambngan
Apakah aparat kekurangan kewenangan untuk menghentikannya?
Atau justru ada jaringan kepentingan yang terlalu kuat untuk disentuh?
Pertanyaan itu tidak boleh dijawab dengan prasangka, tetapi juga tidak boleh dibungkam.
Batubara: Keuntungan Bergerak, Bebam Tinggal
Batubara keluar dari perut bumi membawa nilai ekonomi yang besar. Truk-truk kemudian bergerak membawa hasil tambang menuju berbagai tujuan.
Namun, jalan yang digunakan juga merupakan ruang hidup masyarakat. Di titik inilah keuntungan bisnis bertemu dengan beban sosial.
Kemacetan menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang dilalui angkutan tambang.
Debu beterbangan, jalan rusak, emisi meningkat, dan risiko kecelakaan ikut membesar. 
Persoalannya tidak lagi sekadar tentang aktivitas pertambangan.
Persoalannya telah menjadi persoalan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Maka pertanyaan sederhananya harus berani diajukan kepada semua pihak. Jika keuntungan tambang menjadi milik bisnis, siapa menanggung biaya sosialnya?