“Berkendara sama berlalu lintas itu beda. Kalau berkendara yang penting bisa mengegas, bisa mengerem, bisa mengendarai. Tetapi kalau berlalu lintas, dia harus paham rambu-rambu lalu lintas, hak dan kewajibannya sebagai orang yang menggunakan fasilitas jalan,” jelasnya.
Rofiq meminta driver ojol melengkapi perlengkapan keselamatan ketika bekerja, terutama helm dan perlengkapan pelindung lainnya.
Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak menganggap remeh keselamatan hanya karena sudah terbiasa berada di jalan.
“Jangan ngetes kesaktian terus hidup di aspal,” pesannya.
Baca Juga
Waspadai Angka Kecelakaan
Rofiq turut memaparkan data kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, kecelakaan terjadi dalam sejumlah pola, antara lain tabrakan dari depan, tabrakan samping, serta kecelakaan ketika kendaraan berbelok atau keluar-masuk jalan utama.
Terdapat pula puluhan kecelakaan beruntun serta kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.
Baca Juga
Rofiq meminta data tersebut menjadi perhatian bersama, terutama bagi pengemudi ojol yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan.
Ia berharap driver ojol dapat menjadi contoh dalam penerapan keselamatan dan tertib berlalu lintas di Banyuwangi.