NASIONAL

Karhutla Meluas di Jambi, Lahan Terbakar Capai 1.249 Hektare

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Yanto | 31 Agustus 2026, 10:51 WIB
Karhutla Meluas di Jambi, Lahan Terbakar Capai 1.249 Hektare
Keterangan Foto : Proses Pemadaman titik Api (Gracak.com/Humas Polda Jambi).
Berdasarkan laporan per 29 Agustus 2026, Kabupaten Muaro Jambi mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni 325,38 hektare.
Selanjutnya, Batang Hari mencapai 255,40 hektare, Tanjung Jabung Barat 214,40 hektare, Tanjung Jabung Timur 189,63 hektare, Sarolangun 143,61 hektare, Tebo 96,81 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,30 hektare.
Sementara itu, pada Sabtu (29/8/2026), sebanyak 135 titik panas terpantau sepanjang pukul 00.00 hingga 16.00 WIB.
Muaro Jambi menjadi daerah dengan jumlah hotspot harian terbanyak, yakni 37 titik. Berikutnya Batang Hari 21 titik, Tebo 20 titik, Tanjung Jabung Timur 19 titik, Tanjung Jabung Barat 16 titik, dan Sarolangun 14 titik.
Secara kumulatif, Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 1.243 titik. Posisi berikutnya ditempati Tanjung Jabung Barat dengan 923 titik dan Muaro Jambi sebanyak 779 titik.
Ketiga daerah tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total hotspot kumulatif yang tercatat di Provinsi Jambi.
DPRD Minta Penanganan Diperkuat
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menilai kondisi tersebut menjadi peringatan agar penanganan karhutla tidak dikendorkan.
“Hotspot kumulatif sudah mendekati 5.000 titik dan luas terbakar sudah menembus 1.200 hektare. Ini alarm bagi kita. Kita mengapresiasi kerja satgas, tetapi evaluasinya harus semakin tajam serta berbasis hasil,” kata Ivan, Minggu (30/8/2026).
Ia menilai peningkatan luas lahan terbakar perlu dijelaskan secara teknis, terutama di wilayah yang mengalami kenaikan signifikan.