NASIONAL

Karhutla Meluas di Jambi, Lahan Terbakar Capai 1.249 Hektare

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Yanto | 31 Agustus 2026, 10:51 WIB
Karhutla Meluas di Jambi, Lahan Terbakar Capai 1.249 Hektare
Keterangan Foto : Proses Pemadaman titik Api (Gracak.com/Humas Polda Jambi).
Menurut Ivan, perlu diketahui apakah penambahan luas tersebut berasal dari kebakaran baru atau merupakan hasil pembaruan proses verifikasi dan pemetaan di lapangan.
“Data luas terbakar harus akurat karena menjadi salah satu indikator utama efektivitas penanganan,” ujarnya.
Ivan juga meminta perhatian khusus diberikan kepada Muaro Jambi. Selain mencatat jumlah hotspot harian tertinggi, daerah tersebut memiliki 779 titik panas secara kumulatif dan luas lahan terbakar mencapai 325,38 hektare.
Kondisi tersebut juga diperburuk dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tercatat mencapai 150 atau masuk kategori tidak sehat.
“Muaro Jambi menghadapi tekanan berlapis, hotspot, kebakaran lahan, dan kualitas udara. Responsnya tidak boleh hanya pemadaman. Harus ada pembasahan, perlindungan kesehatan, dan penguatan tata air,” kata Ivan.
Dampak Meluas ke Pendidikan dan Kesehatan
Kabut asap akibat karhutla kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kebencanaan.
Data kualitas udara menunjukkan ISPU di Kabupaten Tebo mencapai 170, Kota Jambi 167, dan Muaro Jambi 150. Ketiga wilayah tersebut berada pada kategori tidak sehat.
Sementara itu, Tanjung Jabung Timur mencatat ISPU 64 atau berada dalam kategori sedang.
Menurut Ivan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla telah meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga aktivitas ekonomi.