“Ini menunjukkan bahwa kunci utamanya adalah menjaga gambut tetap basah. Kalau air tanah sudah turun, pemadaman dari darat maupun udara akan sangat berat,” kata Ivan.
Ia meminta pemerintah mengevaluasi kebutuhan armada, ketersediaan sumber air, serta efektivitas setiap operasi pemadaman agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal.
Selain itu, kesiapan pesawat OMC perlu disesuaikan dengan kebutuhan penanganan karhutla dan kondisi cuaca di wilayah terdampak.
Sorotan tersebut muncul ketika ISPU PM2,5 di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 506 pada 27 Oktober 2026, masuk kategori Berbahaya. Pada saat bersamaan, patroli udara masih menemukan kebakaran di sejumlah lokasi meskipun data BMKG menunjukkan tidak ada hotspot pada hari sebelumnya.
Baca Juga
Ivan menegaskan, evaluasi armada udara harus disertai keterbukaan informasi mengenai kendala operasional dan hasil pemadaman.
Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla sekaligus mempercepat pemulihan kualitas udara di Provinsi Jambi.