Gracak.com – Sebanyak 226 calon jemaah umrah diduga gagal diberangkatkan ke Tanah Suci oleh sebuah travel umrah di Kota Jambi. Kasus ini kini dilaporkan ke Polda Jambi.
Salah satu korban, Rais (38), mengaku telah mengumpulkan uang selama 16 tahun demi bisa berangkat umrah bersama istri dan neneknya. Namun hingga kini, keberangkatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
Rais mengatakan dirinya mendaftar pada travel umrah tersebut pada 17 Agustus 2025. Saat itu, pihak travel menjanjikan keberangkatan umrah Ramadan pada 14 Februari 2026 dengan durasi perjalanan selama 37 hari di Mekkah dan Madinah.
“Untuk bertiga, saya, istri, dan nenek, total biaya Rp116 juta. Awalnya kami tertarik karena ada iming-iming diskon dari pihak direksi travel,” kata Rais, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga
Ia mengaku uang ratusan juta itu dikumpulkan sedikit demi sedikit sejak tahun 2010, saat masih bekerja sebagai tenaga honorer.
“Dari zaman honor tahun 2010 sampai sekarang, sekitar 16 tahun saya kumpulkan uang itu,” ujarnya.
Karena yakin akan berangkat, Rais bersama keluarga bahkan sempat menggelar acara syukuran di kampung halamannya di kawasan Tempino Kilometer 24. Seekor kambing dipotong untuk acara pelepasan keberangkatan umrah tersebut.
“Kami sudah syukuran di desa, mengundang kepala desa dan masyarakat sekitar karena yakin akan berangkat umrah,” katanya.
Baca Juga
Namun harapan itu berubah menjadi kekecewaan setelah keberangkatan tak kunjung terlaksana. Menurutnya, pihak travel yang dilaporkan seolah menghilang dan tidak menunjukkan tanggung jawab kepada para jemaah.
“Yang punya travel ini kabur, dalam artian tidak mau bertanggung jawab terhadap sekitar 226 jemaah yang sudah mendaftar umrah Ramadan,” ujarnya.