Setelah berhasil turun, ia melihat sebuah pohon mangga di samping masjid. Alung kemudian memanjat pohon tersebut dan bersembunyi hingga tertidur.
“Saya manjat pohon mangga dan bersembunyi di atas pohon. Di situ saya ketiduran,” ujarnya.
Alung mengaku terbangun setelah mendengar adanya polisi yang sedang berpatroli. Ia kemudian kembali melarikan diri ke arah belakang gedung.
“Saya manjat pagar. Lalu lihat ada gardu dan saya berpegangan di kabel-kabel itu. Kalau mau meledak, meledaklah,” katanya.
Baca Juga
Setelah itu, Alung mengaku melewati jalan got dan berjalan kaki melalui jalan kecil hingga menuju kawasan Buluran. Dari sana, ia menumpang kendaraan hingga sampai ke Tungkal Ulu.
Di Tungkal Ulu, Alung kemudian bersembunyi selama sekitar enam bulan di kebun milik pamannya.
“Saya mengaku ke paman ada masalah dengan betino (perempuan). Saya bilang jangan kasih tahu orang di Jambi. Selamo enam bulan sayo ikut paman bantu di kebun dan dak pernah keluar,” ujarnya.
Selama bersembunyi, Alung juga sengaja memanjangkan rambutnya untuk mengubah penampilannya.
Baca Juga
“Sengajo manjangin rambut,” kata Alung saat menjawab pertanyaan hakim.
Namun, pelarian Alung akhirnya terbongkar setelah kasus dirinya yang kabur dari kepolisian viral di media sosial. Pamannya kemudian mengetahui hal tersebut dan marah karena Alung dianggap tidak jujur.