Pada akhir 2025, kawasan tersebut masih didominasi hamparan sawah hijau yang menjadi pemandangan bagi pengendara menuju Kerinci maupun Jambi.
Namun, berdasarkan pantauan Gracak.com pada awal Agustus 2026, sebagian kawasan tersebut telah berubah menjadi lahan tambang.
Hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini berganti menjadi tanah terbuka dengan gundukan pasir, batu, dan lahan yang tidak lagi produktif.
Aktivitas penambangan juga terus bergerak ke lahan lainnya. Excavator terlihat menggali tanah dan mengangkat bebatuan, sementara mesin dompeng menyemburkan air keruh yang kemudian mengalir ke sungai.
Baca Juga
Warga sekitar menyebut perubahan lahan tersebut mulai berdampak terhadap kebutuhan pangan masyarakat. Berkurangnya lahan persawahan membuat warga semakin bergantung pada pasokan beras dari daerah lain, termasuk Kabupaten Kerinci.
Lokasi PETI Hanya Sekitar 12 Kilometer dari Polsek Sungai Manau
Aktivitas PETI tersebut membentang sekitar 5 hingga 6 kilometer, meski luas keseluruhan kawasan yang terdampak belum diketahui secara pasti.
Lokasinya disebut hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari Kantor Polsek Sungai Manau dan sekitar 55 kilometer dari Kantor Polres Merangin.
Baca Juga
Meski demikian, aktivitas penambangan di kawasan tersebut masih terlihat berlangsung.
Informasi yang dihimpun Gracak.com menyebut sebagian lahan yang digunakan untuk aktivitas PETI merupakan milik masyarakat yang kemudian dialihfungsikan menjadi lokasi pertambangan.