“Ya, ini kita usaha, karena pelakunya manusia, kita juga usaha untuk itu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan penelusuran Gracak.com beberapa waktu lalu, aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Perentak berlangsung secara terang-terangan.
Aktivitas tersebut terlihat di sepanjang jalan lintas Kerinci menuju Kota Jambi, khususnya dari wilayah Perentak hingga Sungai Manau, Kabupaten Merangin.
Penambangan tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau jauh di dalam kawasan hutan. Sejumlah aktivitas justru terlihat berada di tepi jalan dan dekat dengan permukiman warga.
Baca Juga
Alat berat jenis excavator serta mesin dompeng tampak beroperasi. Aktivitas tersebut bahkan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat maupun pengendara yang melintas dari Jambi menuju Kerinci ataupun sebaliknya.
Di sejumlah titik Perentak, kerusakan lingkungan terlihat di sisi kiri dan kanan jalan.
Galian akibat aktivitas alat berat bahkan berada sangat dekat dengan badan jalan dan berpotensi mengancam struktur jalan lintas utama Jambi-Kerinci.
Pada beberapa titik yang beririsan langsung dengan jalan, penambang memasang plastik dan terpal hitam sebagai penutup untuk menghalangi pandangan pengendara.
Baca Juga
Suara mesin dompeng terdengar ketika melintasi kawasan tersebut. Kondisi sungai di sekitar lokasi juga terlihat keruh dengan warna putih kecokelatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan.
Aktivitas PETI di kawasan tersebut seolah telah menjadi pemandangan sehari-hari. Alat berat terus bergerak, mesin dompeng beroperasi, sementara aktivitas pertambangan berlangsung terbuka di tengah lalu lintas masyarakat.