NASIONAL

Helikopter MI-17 TNI AD Dikerahkan ke Jambi, Bantu Padamkan Karhutla

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Sal | 17 Oktober 2026, 22:08 WIB
Helikopter MI-17 TNI AD Dikerahkan ke Jambi, Bantu Padamkan Karhutla
Keterangan Foto : Helikopter MI-17 dari Skadron 31/Serbu Puspenerbad TNI AD tiba di Jambi (Gracak/ Danil Febriandi)
JAMBI, Gracak.com - Helikopter MI-17 dari Skadron 31/Serbu Puspenerbad TNI Angkatan Darat tiba di Provinsi Jambi pada Sabtu (17/10/2026). Helikopter tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Minggu pagi untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Harian (Plh) Satgas Karhutla Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan helikopter yang dikirim dari Semarang itu akan digunakan untuk mendukung pengerahan personel menuju titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Helikopter MI-17 tersebut direncanakan mengangkut sekitar 20 personel ke lokasi kebakaran. Sebelum diterjunkan, tim akan melakukan pengarahan untuk menentukan lokasi sasaran dan jumlah personel yang akan diangkut.
“Alhamdulillah, pada sore hari ini, helikopter MI-17 yang dikirim dari Semarang sudah sampai di sini. Rencananya, besok pagi akan segera kita operasionalkan. Tentunya, besok pagi akan kita briefing terlebih dahulu mengenai lokasi yang akan menjadi sasaran, berapa personel yang akan diangkut, dan nanti malam akan kita briefing,” kata Nyamin.
Sementara itu, sebanyak 148 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, dan Manggala Agni disiagakan di tiga lokasi rawan karhutla. Ketiga lokasi tersebut meliputi Desa Rantau Rasau dan Sungai Rambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Desa Sungai Aur di Kabupaten Muaro Jambi.
Satgas Karhutla menyebut keterbatasan akses menuju titik kebakaran masih menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Karena itu, upaya penanganan dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk dengan metode water bombing atau pengeboman air dari udara.
Berdasarkan data Satgas Karhutla Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 mencapai 4.363,86 hektare.
Pemerintah bersama unsur terkait terus mengerahkan personel dan dukungan armada udara untuk mempercepat penanganan kebakaran serta menekan risiko meluasnya karhutla di wilayah Jambi.